Menu

Apa Saja yang Harus Disiapkan Untuk Bisnis Pengantaran Makanan?

0 Comment

Bisnis pada bidang masakan, sekarang ini memang sangat menarik. Tapi, pasti membutuhkan beragam macam unsur pendorong supaya usaha bisa berkembang terus maju dan tak kalah saing dengan kompetitor sejenis.

Salah satu bisnis kuliner yang dapat kamu jalankan ialah katering. Usaha katering ini cenderung lebih aman daripada membuka rumah makan yang belum tentu ramai. Selain itu, makanan yang disiapkan oleh katering ialah yang sesuai dengan pesanan. Jadi, dapat diprediksi tak akan rugi diakibatkan makanan sisa sebab memang makanan yang diolah setelah ada orderan.

Bagi seorang yang baru pertama kali menjalankan usaha masakan terutama katering, kamu harus mengetahui terlebih dulu apa saja yang perlu disiapkan. Jangan segera menjalankan bisnis tanpa tahu langkah ke depannya bagaimana.

1. Menambah pengetahuan dan wawasan

Sebelum mengawali membuka usaha katering, hal pertama yang patut kamu lakukan adalah mencari tahu perihal seluk beluk usaha katering. Seperti yang sedang kamu lakukan saat ini dengan melihat tulisan ini.

Mencari informasi ini penting, jangan sampai kamu telah mulai mengelola usaha katering, tapi tidak mengetahui bagaimana mengembangkannya. Akan amat repot dan hasilnya kurang maksimal jika langsung jalan dan kamu baru mempelajari setelahnya. Karena, bisnis kuliner itu tentu beda dibandingkan bisnis di bidang fashion atau yang lain.

2. Mempersiapkan Modal

Setelah memiliki ilmu mengenai katering, langkah selanjutnya adalah menyiapkan modal. Modal ini digunakan untuk apa? Tentu saja untuk penyediaan alat. Misalkan saja kamu memerlukan perlengkapan memasak untuk 100 porsi, mungkin seandainya pesanannya masih sebesar itu, kelengkapan yang ada di dapur masih sanggup untuk mengerjakannya. Akan tetapi, saat orderan semakin banyak, butuh lebih banyak peralatan agar waktu yang digunakan untuk memasak lebih efisien.

Selain perlengkapan masak, kamu juga memerlukan dapur untuk memasak. Dapur rumah masih bisa dipakai, namun perlu penataan ulang supaya dikala mengerjakan orderan lebih mudah. Kamu juga akan memerlukan rak khusus untuk tempat perlengkapan, bumbu-bumbu, dan perlengkapan lainnya.

Untuk pemula, umumnya akan memerlukan biaya yang tak terlalu besar untuk membeli bahan makanan dikala ada pesanan. Estimasi tarif yang diperlukan sekitar 500 ribu hingga 2 juta rupiah. Tentu semua itu tergantung dari orderan yang sedang kamu kerjakan.

3. Menjaga Kualitas Makanan

Menjaga kwalitas makanan itu benar-benar penting, apalagi untuk usaha katering. Karena, konsumen biasanya coba-coba dulu menggunakan jasa katering yang belum pernah dia pakai. Nah, ketika kwalitas dan rasa dari makanan yang kamu masak baik, tentu hal ini dapat menjaga pelanggan agar nantinya pesan lagi ke katering yang kamu miliki.

Selain itu, pengunjung sebuah acara pasti akan bertanya pada yang tuan rumah rasa dan kualitas makanannya baik. Hal ini juga dapat menjadi promosi gratis yang bisa kamu lakukan.

Tapi, yang lebih penting lagi, makanan ini merupakan barang yang gampang sekali basi. Jika kualitasnya tak kita jaga, tentu dapat memberi pengaruh usia makanan tersebut.

Dan, saat makanan yang kita sajikan telah tak sesuai, bisa – bisa menyebabkan sakit perut.

4. Selalu Buat Inovasi Baru

Setiap bisnis tentu memerlukan sebuah inovasi agar bisa berkompetisi dengan kompetitor. Begitu juga dengan usaha katering, kamu seharusnya bisa membuat sesuatu yang baru supaya tidak ketinggalan dan tetap dapat menarik pelanggan.

Kreatifitas dalam bisnis katering ini ada banyak yang dapat kamu lakukan, misalnya memperbanyak menu yang tersedia, membuat paket dengan harga yang lebih murah atau berkompetisi dengan kompetitor atau inovasi lain yang mungkin dapat mendongkrak penjualan kamu.

5. Manajemen Waktu Terkait Penyajian

Penyedia jasa tentu benar-benar terikat oleh waktu, ketika ada orderan yang seharusnya siap jam 10 pagi, tentu kita sudah mengantarkannya sebelum jam tersebut. Kalau ada pesanan untuk acara prasmanan, tentu kita harus lebih awal lagi untuk menyiapkan semuanya.

Nah, ketepatan waktu penyajian ini menjadi amat penting sebab konsumen tentu tak mau kalau acaranya jadi gagal cuma karena makanan yang belum siap. Oleh sebab
itu, kamu harus bisa memprediksi waktu yang diperlukan untuk mengolah, mengantarkan, dan menata makanan hingga dapat dinikmati oleh konsumen.

6. Sedikit banyak Mempelajari Teknik Marketing, Termasuk Dunia Internet

Di zaman yang serba digital seperti saat ini, pemanfaatan teknologi informasi tentu akan menjadi hal yang wajib. Kebanyakan orang akan menggali sesuatu yang dia butuhkan secara online, termasuk ketika akan mencari katering untuk acara yang akan diselenggarakan.

Tidak perlu hal yang susah dijalankan, kamu dapat mulai dari membuat sebuah fanspage pada Facebook, atau mungkin membuat sebuah akun Instagram. Nah, ketika mulai dapat memanfaatkan media sosial, langkah selanjutnya yaitu membuat sebuah web. Website diperlukan agar bisnis yang kamu jalankan kelihatan lebih serius dan membuat orang lebih percaya.

Tapi, jangan tinggalkan juga marketing secara offline ya, hal ini tentu tidak akan pernah bisa digantikan.

7. Sesekali Mencoba Bereksperimen

Seperti halnya berinovasi, bereksperimen ini juga perlu kadang kala dilakukan. Kamu bisa bereksperimen seputar menu yang akan dihasilkan, paket yang kelihatannya akan menarik konsumen, atau mungkin cara penyajian dari makanan. Semua bisa kamu coba dan kreasikan hingga diketemukan mana yang hasilnya memuaskan.

8. Belajar Menetapkan Harga yang Rasional

Salah satu alasan pembeli memilih sebuah jasa katering adalah harganya yang layak. Jangan pernah menentukan harga yang terlalu mahal padahal kamu baru memulai usaha katering. Tetapkan harga yang sesuai dengan pasaran, atau bila bisa sedikit bersaing sehingga pengorder akan memilih katering milik kamu.

9. Jangan Bermental Lemah

Selain mengurusi persoalan teknik perkateringan, jiwa yang kamu punya juga mesti kuat. Karena, bisa jadi kamu menerima konsumen yang kurang sabar dan banyak komplain. Apabila jiwamu kurang kuat, bisa jadi baru mendapat satu kali pesanan saja telah berkeinginan berhenti.

10. Kendala Umum yang Sering kali Dihadapi

Ada banyak kendala yang sering kali menjadi permasalahan saat kita membuka usaha katering, seperti banyak pesaing usaha katering, masakan yang tidak pantas dengan selera pelanggan, ijin usaha yang belum dimiliki, pengelolaan orderan yang biasanyakerap mendapat komplain.

11. Belajar dari Orang Lain yang sudah membuka bisnis kuliner

Setelah berhasil melaksanakan bisnis katering, kamu juga perlu untuk belajar ilmu dari pengusaha yang telah lebih dulu terjun dalam dunia katering. Ada banyak kok yang dengan suka rela memberikan ilmu tanpa ditutup-tutupi.

Tapi ingat, kamu mesti tahu dengan siapa berbicara. Sebelum belajar dan menggali cerita dan pengalaman, usahakan kamu sudah mengakrabkan diri lebih dulu.

Jangan tiba-tiba langsung meminta untuk diajari, padahal kita belum meperkenalkan diri terlebih dulu.

Nah, itu tadi beberapa hal yang harus kamu persiapkan ketika mengawali membuka usaha katering. Selalu utamakan kenyamanan pelanggan supaya kamu menerima konsumen yang setia dan selanjutnya dia akan mengorder kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *