Menu

Ide-ide Bidang Usaha dengan Dana Murah yang Bagus Anda Kerjakan Segera

0 Comment

Sembahyang Malam

Sholat tahajud ialah sholat yang sungguh khusus. Satu-satunya sholat sunnah yang anjurannya kerap difirmankan pada Kitab Suci diiringi dengan keutamaannya. Maka itu sembahyang sunnah mana yang bisa menandinginya?

Sholat tersebut merupakan kegiatan orang-orang islam tempo dulu. Barang bagi yang sekarang senantiasa melakukannya, maka dia pun tercatat sebagai golongan orang yang soleh sebagaimana mereka.

Aturan sembahyang tahajud pada dasarnya mirip dengan sholat sunnah pada umumnya. Ketika Hendak sholat diwajibkan bersih total dari hadats kecil juga hadats besar; suci badan, baju dan tempat dari kotoran; menjaga aurat; serta menghadap ka’bah.

Sembahyang tahajud dilakukan dalam 2 rakaat salam. Jumhur kiai berlainan pandangan tentang jumlah rakaatnya. Rasulullah terkadang mengamalkan 11 rakaat dihitung witir dan kadang kala 13 rakaat termasuk witir.

Niat Sholat Malam

Seluruh ulama sepakat bahwa tempat niat adalah dada. Mengucapkannya tak tergolong sebuah syarat. Artinya, tidak perlu melafalkan niat. Hanya saja bagi jumhur ulama diluar madzhab Maliki, hukumnya dianjurkan atas dasar membantu hati menghadirkan niat.

Pada madzhab Syafi’i, niat sembahyang tahajud ditulis seperti berikut:
“Aku niat sembahyang sunnah Tahajud 2 rakaat karena Allah Ta’ala”

Doa

Doa setelah sembahyang malam insya Allah dikabulkan oleh-Nya. Apalagi seandainya ditunaikan di sepertiga malam yang terakhir, moment sangat dianjurkan untuk berdoa.

Allah berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari)

Sholat dhuha

Salah satu ibadah yang begitu disarankan hingga sudah menjadi bagian daripada sunnah Rasul yaitu melakukan sholat dhuha. Disebut dhuha dikarena memang saat pelaksanaannya itu dilakukan setelah muncul fajar sampai dengan tibanya waktu dzuhur. Adapun pada masalah waktu dhuha tersebut ulama-ulama fuqohaa atau para ulama bidang ibadah mengelompokkan pada dua kelompok waktu dalam menunaikannya.

Niat Sholat dhuha

“Saya berniat sholat dhuha 2 rakaat menghadap kiblat karena allah ta’ala”.
Doa sholat dhuha

Doa Sembahyang Dhuha

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”

Sembahyang Taubat

Sembahyang taubah termasuk cara untuk mencapai diantara amal yang paling tinggi derajatnya pada sisi Tuhan, diantaranya taubah nasuha. Taubat merupakan sikap menerima setiap kejahatan yang kita lakukan dan menyesalinya, serta berjanji untuk tak mengulanginya kembali. Tuhan telah memberikan kita dengan segala sisi lebih dan sisi kurangnya. Tuhan menciptakan kita dengan segala kekurangan tidak berarti tanpa tujuan. Disini terkandung hikmah yang luas, dimana dengannya kita mampu menggali beberapa ilmu.

Niat Sholat Taubat

Niat sembahyang taubah adalah dengan membayangkan hasrat melakukan taubat dari seluruh keburukan terlebih dulu. Setelah itu disambung dengan mengambil air sembahyang dan mendirikan sholat 2 rakaat.

“Aku niat sembahyang sunnat taubat dua rakaah karena Allah.”

Tata Cara sholat Taubah

Sholat taubat itu dilakukan sebanyak 2 rakaat dengan rukun sebagaimana sembahyang seperti biasa. Namun jika bisa, kita mampu memperpanjang sujud terakhir bertujuan secara khusus bermunajat dan mengakui seluruh kejahatan kita dan memohon diampuni dengan seluruh kerendahan pribadi dihadapan Tuhan.

Sebagaimana yang dituliskan pada hadist, “Yang paling dekat antara seorang manusia dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a tatkala itu.”(HR. Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *