Menu

Kamu Mau Segera Tunangan? Berikut Proses yang Mesti Dipelajari

0 Comment

Pernikahan memang menjadi salah satu tujuan hidup serta menjadi waktu yang dinanti-nanti semua orang. Tidak cuma dirimu seindiri yang menanti-nantikan momen berharga ini, akan tetapi orang tuamu juga!

Ketika hari pertunangan. Kamu melewati hari yang menegangkan? Orang tua-mu pun juga! Jika dirimu menganggap ini merupakan momen yang berkesan di hidupmu, sama pula yang dirasakan oleh mereka orangtuamu. Mereka berdua sangat memahami seluruh tahapan dalam hidupmu.

orang tua sudah membawamu ke dunia (biidznillah) dan berjuang ketika merawatmu. Yang selalu membersamaimu mulai dari hari pertamamu berjalan dan mengoceh, masuk kegiatan sekolah hingga tamat dari perguruan tinggi, hari pertama kamu diterima kerja, saat-saat kamu sedih dan senang, juga tak terkecuali hari ketika kamu menemukan calon pendamping hidup.

Saat Dirimu Mantab Untuk Menikah

Sebagai orang yang menjalani resepsi pernikahan, normal kalau kamu menganggap bahwa acara pernikahanmu mutlak milikmu sendiri.

Kamu mau menyelenggarakan rangkaian acara pernikahan yang sudah kamu inginkan sejak lama. Tapi terkadang, rencana pernikahan yang kamu impikan sangat berbeda dari rencana orang tua. Kamu merasa ingin mempertahankan apa yang kamu yakini.

Jika seperti ini faktanya, ada baiknya jangan jengkel dan naik amarah. Kontrol egomu yang besar. Kamu tidak mampu mengabaikan kehadiran ayah dan ibu. Apapun itu, keberadaan ayah ibu dalam acara pernikahanmu tidak mungkin {dielakkan}. Ayah dan ibu akan turut andil saat resepsi pernikahan yang lancar dan berkesan.

Orang tua mempunyai peran yang besar pada setiap acara pernikahan. Mulai dari acara pranikah, persiapan prosesi pernikahan yang sesuai dari segi adat maupun agama, sampai resepsi pernikahan itu sendiri.

Untuk menggapai impian pernikahan yang kamu harapkan, terlebih dulu kamu harus memahami bahwa keberadaan orang tua itu penting. Karena, acapkali hajat pernikahan itu juga merupakan hari yang juga dinantikan bagi mereka.

Mempersunting Dahulu, Langsungkan Pernikahan Kemudian

Tentu ada proses khitbah sebelum adanya pernikahan. Laki-laki akan datang ke rumah si gadis. Pria akan meminta ijin dari orangtua terutama ayah wanita untuk menikahi anaknya. Meski si pemuda boleh saja hadir sendiri menemui bapak gadis yang disukainya. Namun sehebat dan sekuat apapun seorang pria, gemetar pula kakinya jika melangkah ke tempat tinggal si gadis tanpa ditemani kerabat terdekat. Karena menikah adalah suatu hal yang besar. Ia mau meminta anak gadis orang untuk menjadi teman perjuangannya.

karenanya, menjadi kewajiban orang tua dari pihak pria untuk menjumpai ayah si wanita. Mereka akan mensupport sekaligus mendampingi anaknya untuk meminang si gadis. Orang tua akan memberikan dukungan moril bagi anaknya.

Bersama ayah ibunya, tekad si laki-laki akan semakin bulat ke arah pintu gerbang rumah si wanita. Orang tuapun mengabarkan yang lain dan mengajak keluarga yang lain seperti adik dan sepupu atau paman dan bibi si pemuda.

Mereka pun datang tidak hanya bertangan hampa membawa berbagai oleh-oleh. Orang tua si laki-laki akan membawa bingkisan sesuai budaya adat yang berlaku. Keluarga besar akan sibuk menyiapkan diri untuk bertamu ke orang tua si perempuan. Maka pertunangan merupakan momen keluarga juga, bukan hanya punya calon kedua mempelai.

Pada waktu hari pertunangan, tidak hanya {waktu ketikalmomen} si pria meminta restu kepada bapak si wanita untuk menyunting anak perempuannya. Saat itu, juga merupakan saat spesial pertemuan dua keluarga untuk menentukan tanggal resepsi pernikahan.

Keluarga si wanita umumnya menjadibertindak sebagai penyelenggara pernikahan. Meski juga tak menutup kemungkinan kalau orang tua si pria yang pesta pernikahan.

Mendekati Momen Pernikahan

Di balik berita lamaran juga ada segudang kerepotan yang menyambut. Mulai dari perancangan hingga kegiatan pernikahan. Baik agenda utama yaitu akad nikah ataupun kegiatan turunannya yakni seremonial pernikahan.

Tatkala tanggal pernikahan usai diputuskan, akan terdapat banyak hal yang harus dikerjakan sebelum hari itu benar-benar datang. Ketika si calon wanita repot dengan urusan baju pengantin, si ibu akan membantunya mencari kain dan menyarabkan tukang jahit terbaik yang dia katahui.

Sang bunda pula yang mendampinginya melakukan berbagai macam perawatan tubuh pengantin, mulai dari ujung kuku sampai ujung rambut. Sebelum hari perkawinan, si bapak akan memilih waktu tertentu untuk berbincang bareng anak gadisnya, memberikan beberapa petuah pernikahan. Ayah dan ibu pun turut menulis list tamu undangan.

Sama halnya seperti di rumah si pemuda. Orang tua si pria pun tidak kalah sibuk. Ayah dan ibunya akan sering memberikan petuah pernikahan. Dengan support oleh tetua dan semua anggota keluarga lainnya, orang tua sibuk persiapkan mahar beserta perlengkapan lainnya.

Mereka sedang memantapkan diri untuk mengucapkan sepatah dua patah kata pidato di depan keluarga si wanita di saat pernikahan nanti.

Orang tua, dari pihak si gadis atau si si pemuda tak merasa payah dengan semua persiapan pernikahan ini. Sebab pernikahan ini merupakan pesta mereka semua. Mereka tidak keberatan untuk berkontribusi secara finansial hanya untuk berjalannya acara pernikahan.

Sampailah di Hari Pernikahan

Pada hari pernikahan, ayah ibu “melepaskan” sang anak menuju agenda hidup yang baru, menjalani bahtera rumah tangga. Seperti momen wisuda, ayah ibulah yang berperan sebagai rektor di kampus keluarga. Orang tua mengatakan bahwa sang anak sudah lulus menjadi orang tua bagi anak-anaknya nanti.

Seperti apapun susunannya, apakah kalian duduk bersanding di depan petugas KUA atau si gadis menunggu di ruangan terpisah, jangan lupa mengabarkan bapak si perempuan. Sebab, ayah si gadis lah yang akan menikahkan kalian berdua di depan petugas KUA dan semua tamu undangan. Lalu panjatan doa ayah dan ibu untuk kalian berdua.

Pada Hari Upacara Pernikahan

Kamu mungkin terlampau gugup mempersiapkan diri guna menghadapi akad pernikahan sehingga tidak peduli lagi dengan semua persiapan perayaan. Ketika itu, ayah dan ibu lah yang mengendalikan kendali karena bagi mereka, mereka lah yang punya hajat.

Bapak dan ibu kalian mau menyatukan kalian di pelaminan. Masing-masing ayah akan menyampaikan kata sambutan. Sedangkan ibu akan meyakinkan bahwa tamu dilayani dengan sepatutnya.

Disaat kamu duduk menemui para tamu undangan, orang tuamu memastikan apabila catering yang kamu pesan bisa menggenapi kebutuhan, fotografer yang kamu order telah memotret setiap momen pernikahan, serta souvenir sudah tersuguh pada tempat penyambutan tamu. Mereka pula yang memantau tatanan acara pesta pernikahan sesuai dengan rencana.

Selepas Momen Pesta Pernikahan

Kalian berdua kini telah sah menjadi 2 sejoli dengan status suami istri. Mereka yang hadir karena undangan juga telah pulang. Tukang foto juga sudah siap untuk mencetak hasil fotonya. Catering akan segera dirapikan. Hiasan telah dibongkar. Musik pesta sudah tidak berbunyi. Hanya orang tua yang setia menemani kalian.

Ketika acara nikahan sudah usai, tetap saja mereka meluangkan waktu merencanakan uang untuk bulan madu kalian. Bahkan tahun-tahun selanjutnya, mereka terus berusaha menyokong kehidupan pernikahan kalian baik dengan moril ataupun finansial.

Masih menyangkal, acara pernikahan itu seringkali adalah momen orang tua? Pikir ulang lagi jika ego kamu amat besar untuk tidak melibatkan kedua orang tua. Walaupun juga, mereka mempunyai peran penting di dalam masa depan pernikahanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *