Menu

Kriteria Pakaian Islami yang Baik

0 Comment

Merapatkan aurat ialah komitmen kepada setiap orang Islam, baik itu putra dan perempuan. Para Syaikh madzhab Syafi�i berpendapat maka aurat bagi kelompok pria yakni yang sekitar puser dan dengkul. Sedangkan para perempuan, semua badan kecuali wajah dan telapak tangan.

Secara umum, mengenakan segala tipe pakaian (melainkan pada ramuan yang diharamkan) ialah diperbolehkan sewaktu-waktu ia merapatkan aurat. Namun, memakai busana yang mengenakan atau suka oleh Nabi Muhammad Shallallahu �Alayhi wa Sallam nyata mempunyai keunggulan sendiri dibanding busana biasa.

Akan tetapi, tidak banyak kecil syaikh bergagasan maka mengenakan busana yang dikenakan oleh Nabi hanya adalah tradisi lantaran keturunan Arab. Maka berawal dari saran ini, kemeja, misalnya, tidak termuat sunnah.

Terlepas dari gagasan terkandung, mayoritas syeikh yakin berpendapat, apabila orang memakai baju �sunnah� tersebut sambil dasar kasih sayang terhadap Nabi, maka kamu yakin mendapat balasan oleh kasih sayang tersebut.

Dalam masa kali ini, silahkan saya ulas singkat betapa sunnah-sunnah Rasulullah pada busana sepanjang hari.

Peci dan �Imamah

Dalam pembahasan pada sunnah memakai baju ini, kita awal dari anggota kepala, bagaimana Rasulullah dan para sahabat.

�Dahulu (pada hari-hari di musim panas), kaum itu (Rasul dan para sahabat) bersujud pada surban, dan songkok (peci), sedang kedua tangannya pada lengan bajunya�. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150)]

Rasulullah menggunakan imamah/sorban yang dililit di kepala. Hal ini berdasarkan riwayat dari saudara �Amr bin Harits -semoga Allah meridhoinya- pernah menyatakan:

�Rasulullah Shallallahu�alaihi Wasallam pernah berkhutbah di hadapan orang-orang dengan memakai sorban hitam di kepalanya� (HR. Muslim 1359)

Gamis dan Jubah

Rasulullah amat demen memakai gamis. Dikatakan, kisanak senang mengenakan gamis dengan ia kian menutup bagian tubuh.

Dari Ummu Salamah -semoga Allah meridhoinya-, ia berkata,

�Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam adalah gamis.� (HR. Tirmidzi no. 1762)

KH Mushthofa Bisri menafsirkan hadits tentang pakaian yang paling disuka oleh Nabi ini dengan pakaian daerah masing-masing (yang menutup aurat, semisal batik). Sehingga, apabila kita mengenakan batik dengan niat mengikut Nabi (yang mencintai pakaian daerahnya, yaitu gamis), maka ia akan mendapat pahala.

Lainnya gamis, Nabi pun demen memakai busana luaran (jubah). Terdapat tidak banyak riwayat yang mengartikan tentang kejadian ini, tapi kita ambil satu saja.

Dari Abu Rimtsah Rifaah At-Taymiy -semoga Allah meridhoinya-: �Saya pernah melihat Rasulullah memakai dua baju yang hijau�. (HR Tirmidzi dan Abu Daud)

�Dua baju� yang dimaksud pada hadits ini adalah baju dalam (gamis) serta baju luar (jubah). Contohnya bisa lihat pada gambar di bawah.

Sarung

Sarung (izaar) telah tampak dan ramai digunakan sejak masa Nabi. Pada dasarnya, sarung yang tersedia pada era tertulis tidak sampai lebih sama menggunakan apa pun yang tersedia di zaman saat ini.

Namun, pada era jahiliyyah, sedikit manusia berencana menjulurkan kain sarung atau gamisnya sampai melewati mata kaki hendak menerangkan bahwa mereka ialah orang mampu alias berniat membanggakan dirinya.

Wajar saja, Rasulullah Shallallahu �Alayhi wa Sallam lalu melarang untuk memanjangkan kain sarung/gamis melewati mata kaki.

Diriwayatkan dari �Abdullah bin �Umar -semoga Allah meridhoi keduanya-, ia berkata: �Rasulullah Shalallahu �alaihi wa sallam bersabda:

�Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya di hari Kiamat kelak.��

Dari Abu Hurairah -semoga ALlah meridhoinya- dari Nabi Shalallahu �alaihi wa sallam: �Kain sarung yang berada di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.�

Ustad bergagasan dari hadits ini, bahwasannya tabu hukumnya menjulurkan kain celana/sarung/gamis melebihi mata kaki demi berencana sok. Akan halnya apabila enggak ada keingginan sombong, lalu ustad berbeda gagasan, setengah beroponi makruh, sedang yang berbeda bergagasan mubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *