Menu

Penjabaran Lengkap Jaringan Epidermis, Ciri, Fungsi dan Jenis Memodifikasi

0 Comment

Defisini dari jaringan epidermis ialah lapisan jaringan paling di luar pada tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai pelindung atau penutup semua organ.

Struktur jaringan epidermis ialah lapisan paling luar tanaman. Terbagi dari epidermis, pertumbuhan stomata dan epidermal. Epidermis biasanya terbagi dari lapisan tunggal sel parenkim yang dihasilkan rapi tidak memiliki ruang interselular.

Setiap daun berbagai sel khusus yang mengitari stomata dikenal sebagai sel pelindung. Kloroplas muncul hanya di sel penjaga epidermis. Umumnya sel epidermis lainnya tidak terdapat kloroplas. Dinding luar epidermis pada umumnya tertutup kutikula.

Stoma merupakan pori-pori yang diliputi oleh dua sel penjaga. Stomata terjalin terutama di epidermis daun. Pada beberapa tanaman semacam tebu, sel penjaga dipisahkan oleh beberapa sel tertentu. Mereka terdapat perbedaan dari sel epidermis lainnya. Sel ini dinamakan sel anak perusahaan atau aksesori.

Jaringan epidermis dihasilkan dari protoderm. Setelah berumur tua dapat tetap hidup ataupun rusak, apabila hancur lalu akan tergantikan oleh gabus. Jumah jaringan epidermis umumnya 1 lapis tetapi bisa juga dengan macam ukuran yang bervariasi.

Epidermis yang terbagi dari satu lapis disebut dengan epidermis ganda jika berasal dari protoderm, contoh daun moraceae, akar anggrek atau disebut hipodermis jika berasal dari meristem jaringan dasar.

Jenis-jenis Jaringan Maristem

  1. Jaringan epidermis daun? terdapat pada dalam bawah daun, tidak memiliki kandungan klorofil.
  2. Jaringan epidermis batang? membentuk lapisan tebal (kutikula).
  3. Jaringan epidermis akar? menjadi penjaga akar serta area prosesnya difusi dan osmosis nutrisi.

Macam Jaringan Epidermis

Rambut akar: Merupakan sebuah metamorfosis dari epidermis yang memiliki fungsi dalam menyerap air pada tanah.

Sel silika dan gabus: Silica mengandung kristal silica, sedangkan sel gabus mengandung {endapan suberin}. Kedua sel ini selalu beriringan, pada umumnya ditemukan pada tulang daun gramine.

Litokis: Ialah sel yang mempunyai dari epidermis normal dengan pertumbuhan tertentu ke arah dalam. Sel ini mempunyai kristal kalsium karbonat yang dikenal dengan sistolit.

Sel kipas/bulliform: Berupa beberapa sel yang lumayan besar dari sel epidermis, vakuola besar, berdinding tipis, dan berisi air. Energi dari sel kipas merupakan sebagai membuka dan menutup daun (daun yang menggulung).

Stomata: Ialah celah dari kedua sel penutupnya. Sel penutup ialah kedua sel yang berbentuk tertentu menghalangi celah. Stomata dapat didapati dalam daun, rhizoma, batang, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. posisi stomata dapat sejajar dengan lapisan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).

Trikoma: Adalah benjolan epidermis yang terdiri dari 1 sel atau lebih yang dipakai sebagai tanda taksonomi familia. Manfaat trikoma dalam tumbuhan ialah sebagai pelindung akan gangguan yang bersumber dari luar dan menghambat penguapan.

Ciri-ciri Jaringan Epidermis

  • Vakuola besar bisa berisi antosianin.
  • Susunan sel rapat tanpa ruang antar sel.
  • Dinding sel bermacam, menyesuaikan dari letak dan macam tumbuhannya.
  • Terkandung sitoplasma yang tinggal dan mengandung kristal garam, silikat, dan garam minyak.
  • Tidak berkloroplas, kecuali pada sisi sel penutup, pada hidrofit dan tumbuhan di bawah naungan.

Fungsi Jaringan Epidermis

Penjaga Semua Bagian Tumbuhan

Pengaruh paling inti yaitu sebagai penjaga seluruh organ pada tanaman, diawali dari akar, batang dan daun dari segala situasi dan pengaruh lingkungan luar. Sel-sel yang tersusun dengan susunan yang teratur memungkinkan organ bagian dalam tubuh tumbuhan terlindungi.

Terjaga dari berubahnya suhu udara, kelembapan, infeksi patogen secara langsung. Dengan demikian tanda-tanda jaringan ini mempunyai bentuk lebih keras jika disamakan dengan jaringan yang lain, dipenuhi bulu akar, sel kipas, dan spina (duri).

Penimbunan Cadangan Air

Sel-sel pada epidermis terdapat protoplasma yang berwujud pipih dna berukuran besar. Hal demikian menjadikannya untuk salah satu tempat penampungan air bagi tanaman.

Pada musim kemarau tiba diikuti dengan kadar air tanah tidak memenuhi, maka air-air yang tersimpan di dalam protoplasma akan dihantarkan kemudian diangkut oleh daun untuk pencernaan secara fotosintesis.

Penyerapan Kadar Air dan Unsur Hara

Epidermis yang ada di dalam akar juga memiliki fungsi sebagai pengambil air serta unsur hara bagi tanah. Fungsi tersebut dilakukan, khususnya oleh trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar.

Solusi Penguapan dalam Tumbuhan

Efek epidermis selanjutnya adalah berperan untuk jaringan penata proses transparasi atau penguapan air dalam tanaman. Manfaat seperti ini dilakukan oleh stomata yang menjadi salah satu bagian dari epidermis selain trikomata.

Pada suhu udara tinggi, stomata dalam jaringan epidermis akan membatasi dengan rapat demi laju transparasi tumbuhan mampu disesuaikan, sedangkan pada suhu udara melemah, stomata akan memberikan celah dengan sangat luas bertujuan agar sebagian air bisa terbuang ke udara dan tidak membeku di jaringan tumbuhan.

Kadangkali stomata juga merupakan jalan sekresi air dari tanaman, melalui pemrosesan yang disebut gutasi.

Difusi Karbondioksida dan Oksigen

Fungsi jaringan epidermis ini sebagai media untuk proses difusi karbondioksida dan oksigen ketika tumbuhan melakukan sekresi dan respirasi hasil fotosintesis. Pada umumnya proses tersebut hanya terjadi terhadap daun dengan stomata sebagai organ perubahnya.

Stomata dalam daun yang bisa melakukan difusi ini sering digunakan petani untuk penerapan pupuk daun di tumbuhanya. Unsur hara yang disalurkan melalui daun akan terserap maksimal melalui difusi yang dikerjakan oleh stomata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *